Analis: Harga tembaga masih berpotensi naik meski terbatas

Tren kenaikan harga tembaga global berpotensi berlanjut dalam waktu dekat. Hal ini seiring membaiknya fundamental komoditas tersebut menyusul potensi konflik perang dagang yang perlahan mereda.

Mengutip Bloomberg, harga tembaga kontrak tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,02% ke level US$ 5.989 per metrik ton pada Kamis (27/6) kemarin. Harga logam industri ini pun tercatat telah mengalami kenaikan sebesar 2,72% (mtd) sepanjang bulan Juni.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai, harga tembaga mendapat angin segar dari pertemuan G-20 di Osaka, Jepang yang sudah dimulai hari ini (28/6). Ada harapan bahwa pertemuan antara AS-China di sela-sela KTT G-20 berjalan lancar. Dalam hal ini, minimal tidak ada lagi kebijakan kenaikan tarif impor dari kedua negara yang dilakukan secara tiba-tiba.

Sentimen ini berdampak positif bagi fundamental tembaga. Sebab, China merupakan salah satu konsumen tembaga terbesar di dunia. Ketika perang dagang berkecamuk, ekonomi China tertekan dan negara ini kesulitan melakukan impor tembaga.

Alhasil, China hanya bisa mengandalkan tembaga dari produksi domestik. “Industri tembaga tampak terisolasi karena sulit melakukan jual-beli dengan negara lain,” ujar dia, Jumat (27/6).

Di samping itu, walau efeknya tidak terlalu signifikan, tak dapat dipungkiri kabar kecelakaan tambang tembaga dan kobalt di Republik Demokrasi Kongo yang terjadi kemarin juga menopang harga tembaga.

Mengutip Reuters, setidaknya 41 pekerja tewas akibat bagian tambang milik perusahaan Glencore yang berbasis di Swiss runtuh. Usut punya usut, para penambang yang terlibat dalam insiden ini merupakan penambang ilegal.

Ibrahim pun menyebut, harga tembaga masih berpeluang terapresiasi kendati cenderung terbatas. Secara teknikal, bollinger moving average 40% di atas bollinger atas. Indikator stochastic masih wait and see. Sedangkan MACD dan RSI 60% positif.

Hitungan Ibrahim, harga tembaga berpotensi diperdagangkan di rentang US$ 5.900—US$ 6.100 per metrik ton pada Senin (1/7) mendatang. Adapun dalam sepekan ke depan, harga tembaga berpeluang bergerak di area US$ 5.600—US$ 6.400 per metrik ton.

June 29, 2019

_PRINT